Presiden haruslah merakyat, demikian ujar banyak aktivis mahasiswa. Mungkin untuk level presiden sebuah negara konteks ini bisa bermacam - macam interpretasinya. Namun, untuk kepresidenan Mahasiswa UGM interpretasi mahasiswa tentunya tersendiri. Seperti Prasmanto - Teknik Nuklir ‘03, mahasiswa “unik” calon Presiden BEM - UGM ini dikenal sebagai salah satu figur yang mewakili kata merakyat tersebut. Walaupun poster wajahnya terpampang dimana - mana di seputaran kampus UGM, dia tetap seseorang yang low profile. Prash..! (panggilan akrabnya), tetaplah seorang mahasiswa yang nongkrong dan memesan es teh di kantin, bercanda ria bersama teman - teman satu jurusannya, tetap bermain tenis meja bersama mahasiswa lain maupun karyawan, tetap ikut menyebar publikasi pameran komputer 50%XPO, dan yang pasti dia tetap Prash..!
Di kala capres - capres dari partai lain begitu ketatnya bersaing untuk merebut kursi Presiden UGM pada Pemira UGM 2006 nanti, Prasmanto dengan Partai Sayang Mama - nya mengingatkan mahasiswa agar tidak lupa kepada orang tuanya masing - masing yang telah berkorban jiwa dan raga demi mereka. Ketika partai - partai lain seringkali diisukan banyak yang ditunggangi oleh kepentingan dari partai - partai politik nasional, Partai Sayang Mama berjuang secara independen, bersih dengan tetap memegang teguh pesan - pesan dari Mama. (baca selengkapnya…)